PENANGANAN LIMBAH KANDANG
Limbah sapi (kotoran dan urine) tidak lagi diangkut menggunakan ember. Tetapi dibuat saluran yang menghubungkan kandang sapi dengan unit instalasi biogas. Saluran dari kandang bermuara pada inlet chamber pada digester. Lebar saluran adalah 30 cm dengan kedalaman 20 cm. Pada saat pemerahan, saluran ini dibendung sehingga kotoran yang digelontor dengan air dari lantai kandang tidak langsung masuk pada digester. Setelah proses pembersihan kandang selesai, penghalang saluran dibuka sehingga timbul aliran yang besar menuju digester. Hal ini dilakukan karena posisi saluran yang tidak terlalu cutam kemiringannya.
Proses pemasukan kotoran kedalam digester dilakukan dua kali sehari bersamaan dengan waktu pemerahan. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat waktu dan tenaga mengingat setiap kandang dalam satu rumah tangga hanya ditangani oleh 1 – 2 orang pekerja
PENGOPERASIAN PERTAMA
Pada saat pertama kali umpan dimasukkan, digester terlebih dahulu diisi dengan cairan dari septic tank atau Lumpur kolam ikan yang berisi bakteri anaerob. Umpan berupa faeces harus bebas dari benda keras, seperti batu, kerikil dan potongan kayu. Komposisi umpan adalah faeces : air = 2 : 3.
Gas akan terbentuk pada hari ke 10 sampai hari ke 20. Gas pertama ini harus dibuang karena terkontaminasi dengan udara. Campuran gas mentan dengan udara dalam kadar 5 – 14 % bila dibakar akan meledak. Sejak hari ke 21, gas yang dihasilkan telah aman dan dapat digunakan.
Pengoperasian manometer air dilakukaan dengan cara memasukaan udara pada ke dalam digester melalui saluran gas menggunakan pompa udara. Setelah udara dimasukkan, kran gas ditutup dan manometer dipasang pada salah satu ujung pipa. Kemudian kran gas dibuka kembali dan dilihat tekanan yang terdapat pada manometer. Apabila perbedaan tekanan dalam waktu 24 jam adalah 2 – 3 cm, maka dinding digester benar-benar kedap gas
PENGOPERASIAN HARIAN
Kegiatan yang dilakukan secara harian adalah mengisi umpan ke dalam digester. Umpan dari faeces sapi memiliki perbandingan 2 : 3 dengan air, sedangkan untuk manure unggas memiliki perbandingan 1 : 2 dengan air.
Pengadukan digester dilakukan setiap hari agar tidak terjadi kerak (scum) pada permukaan cairan dalam digester. Pembersihan saluran keluar (outlet) dilakukan untuk mencegah menumpuknya limbah pada pipa outlet. Bak outlet dan inlet ditutup agar air hujan maupun benda keras tidak masuk ke dalam pipa saluran.
Manometer air selau dikontrol setiap hari. Perbedaan tinggi air dalam manometer yang ideal adalah 5 10 cm. Apabila kurang dari 3 cm, maka produksi biogas harus ditingkatkan karena gas dengan tekakan tersebut tidak dapat digunakan. Sedangkan apabila perbedaan air lebih dari 80 cm, maka gas harus dibuang atau digunakan, karena dengan tekanan tersebut dapat menyebabkan digester meledak.
PERAWATAN INSTALASI BIOGAS
Unit instalasi biogas merupakan investasi jangka panjang dengan biaya pembuatan yang mahal. Penggunaan yang kurang cermat akan dapat menyebabkan produksi biogas menurun atau memiliki kualitas rendah, sehingga pemakai mengalami kerugian tidak dapat menggunakan biogas secara optimal. Perawatan biogas berfungsi menjaga keoptimalan produksi dan meminimalisasi gangguan selama pengoperasian.
Beberapa hal yang dilakukan untuk merawat unit instalasi biogas :
Menutup inlet dan outlet chamber dengan bahan dari kayu, bambu, seng maupun cetakan semen agar tidak kemasukan air pada musim penghujan.
Air pada manhole ditutup rapat dengan semen cetak agar air yang membasahi tanah liat pada tutup manhole tersebut tidak lekas menguap.
Mengaduk campuran kotoran dan air (umpan) yang terdapat pada digester setiap hari dengan menggunakan bambu panjang agar kerak yang terdapat pada permukaan campuran tidak menghambat produksi gas.
Kadar keasaman atau pH yang optimal berkisar 6 – 8.
Temperatur digester adalah 25 – 35 0C. Untuk mendapatkan temperatur ini, maka lokasi digester ditempatkan di lokasi yang terkena sinar matahri langsung.
Apabila gas habis pada saat digunakan, pemakaian gas dihentikan, stop kran pada saluran gas ditutup. Ditunggu 1 – 2 jam gas akan terbentuk kembali
Limbah padatan pada outlet dibersihkan minimal seminggu sekali agar outlet tidak terlalu penuh menampung limbah.
Agar digester dapat terus menghasilkan gas secara optimal, maka secara periodik digester perlu dikuras/dibersihkan. Pembersihan digester dapat dilakukan setiap 5 atau 6 tahun sekali. Pembersihan digester dilakukan dengan terlebih dahulu membuang gas metan dalam digester. Setelah tutup man hole dibuka digester dikuras. Setelah digester dikuras, manhole ditutup kembali dan umpan kembali dimasukkan.